Selasa, 11 September 2012

pembukaan pon 2012 di riau

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Pesta kembang api menjadi puncak upacara pembukaan PON XVIII/2012 yang digelar di Stadion Utama Riau, Selasa (11/9) malam. Warna-warni kembang api menghiasi langit malam Bumi Lancang Kuning, tepat pukul 22.00 WIB selama dua menit, sebagai penanda PON ke XVIII resmi dibuka.

Warga yang sejak sore sudah mulai memadati stadion tampak antusias menyaksikan "tarian" kembang api sambil menunjuk dan memotret. Gemuruh penonton dari dalam stadion terdengar semarak.

"Kami sudah menunggu-nunggu momen ini. Sangat bagus dan meriah. Kami bangga Riau bisa membuat pesta yang semeriah ini," kata Rozalita yang datang bersama rombongan lima keluarganya.

Hal senada diungkapkan, Amelia, yang menilai upacara pembukaan berlangsung meriah. "Tadi kembang apinya meriah sekali, tapi sayangnya terlalu sebentar," kata Amelia yang sudah tiba di stadion sejak pukul 16.00 WIB.

Upacara pembukaan PON yang bertemakan "Api dan Peradaban" itu diramaikan oleh penyanyi nasional seperti Rossa dan Judika. Upacara pembukaan diawali pesta kembang api setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan pada pukul 20.00 WIB.(Ant/ICH)


cbn

Jumat, 07 September 2012

Melayu Oblong (Melo) , Kaos Oblong Khas Riau

Industri kreatif di Riau terus tumbuh dengan baik, berbagai kerajinan tangan dan industri rumahan semakin berkembang, apalagi menjelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII pada 2012 nanti di bumi lancang kuning ini.
Salah satu yang cukup membanggakan adalah lahirnya industri yang mampu memproduksi kaos-kaos oblong dengan cirri khas Riau. Melayu Oblong alias Melo, demikian produk ini dilabeli, bahkan mampu menjadi pelopor ikon untuk suvenir kaos oblong khas Riau, dengan berbagai ukuran yang variatif, S, M , L dan XL bahkan XXL, baju lokal ini diharapkan bisa mendapat tempat di hati masyarakat Riau dan pelancong yang datang ke Riau.
Owner Melo, David Alamsyah mengatakan, kaos Melo mengatakan, apresiasi masyarakat Pekanbaru khususnya cukup baik dengan produk Melo yang diproduksinya. Bahkan ada beberapa desain yang diproduksi ulang guna memenuhi selera pasar. “Desain yang diulang ialah yang gambar Hang Tuah, karena banyaknya permintaan konsumen yang menyukai disain tersebut,” terangnya.
Diakuinya, untuk memproduksi kaos-kaos tersebut juga menadapatkan beberapa kendala yang cukup berarti. Apalagi bahan bakunya yang memang harus didatangkan dari luar daerah, khususnya dari Bandung.
Meskipun  beberapa waktu lalu juga terjadi kenaikan tariff dasar listri, namun untuk harga, diakui David satu kaos hanya dihargai sebesar Rp 70 ribu.
Soal distribusi, pihaknya juga tidak terlalu pusing, selain Melo sudah memiliki reseller di Bengkalis. Penjualan secara on line juga sudah dilakukan seperti bahkan sudah merambah ke Kepulauan Riau. “Tapi terkadang masih terkendala masalah jasa pengiriman yang tidak bisa menjangkau tempat tujuan, sehingga  pesanan bisa sampai dua minggu,” ujarnya. Selain itu, Ia juga masih tetap mengandalkan gelaran expo.

Produksi Kaos Couple

Selain kaos oblong, Melo juga memproduksi disain T-Shirt ala Melayu, dengan tema  Bujang Dara. Kaos ini sengaja di desain untuk couple (pasangan). Tentunya masih mengusung ciri khas Melo yakni sarat akan pantun maupun pepatah lama.
Filosofi nama kaos ini mengikuti sapaan bagi remaja dalam bahasa Melayu. Bujang untuk remaja laki-laki dan dara untuk remaja perempuan.  “Ini juga pas dengan kaos couple yang lagi marak-maraknya, maka tentu saja kaos Melo tak ketinggalan,” jelasnya.
Untuk ukuran baju, pemesan pun bebas memilih. “Ukuranya bisa pilih dari S sampai XXL dan lengannya juga bisa pilih, mau lengan panjang atau lengan pendek. Dan seperti transaksi belanja online biasanya, transaksi pun dilakukan via transfer baru dilakukan pengiriman barang. Dan untuk daerah luar Pekanbaru dan Dumai dikenakan biaya ongkos kirim,” ujarnya. (*)
Informasi dan Pemesanan:

PON XVIII RIAU 2012, Selamat Datang sang Juara

Ini hanyalah satu dari sekian banyak kelompok masyarakat di Riau dan Tanah Air yang menyatakan kesediaannya untuk memberikan dukungan moril dan siap berjuang demi terwujudnya PON yang sukses.

Nah, untuk mensukses PON kali ini, panitia juga tengah menyiapkan banyak hal, mulai dari akomodosi, transportasi dan hal-hal lainnya. Ini diharapkan agar semua tamu yang datang bisa menjadi aman dan nyaman selama berada di Riau.

Untuk itu PB PON melaksanakan elegation Registration Meeting (DRM). Kegiatan DRM ini akan diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia yang akan menjadi kontingen PON di Riau. tiap-tiap bidang di PB PON nanti akan memberikan gambaran tentang persiapan yang telah dilakukan untuk penyelenggaraan PON ini. Dengan gambaran ini, masing-masing provinsi akan mengetahui hingga dimana persiapan yang telah dilakukan oleh PB PON. salah satunya yang disiapkan adalah acara kirab api dan pertunjukan lainnya seperti pertunjukan reog Pororogo, barongsai, dance dan lainnya.

Nantinya direncanakan kirab api PON akan dilakukan di beberapa provinsi di Indonesia, namun karena persiapan dan pelaksanaannya berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri, akhirnya diputuskan hanya dilakukan di 12 kabupaten/kota di Riau saja. Api PON itu sendiri diambil dari gas alam pertama di Riau tahun 1943 yang berada di areal operasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Minas, pengambilan api PON tersebut akan dilakukan pada 6 September mendatang.

12 kabupaten dan kota akan membawa dan mengkirab obor api PON oleh atlit masing-masing ke daerahnya untuk disemayamkan pada masing-masing Ibukota Kabupaten dan Kota.

Sementara itu untuk persiapan menyambut para atlet dari seluruh Indonesia, PB PON menjelaskan dari hasil pendataan, kedatangan kontingen meliputi 31 jalur udara di Bandara Sultan Syarif Kasim II, dan 1 jalur darat. Seluruh kontingen akan disambut oleh para petugas yang terlatih dengan baik.

Selain itu PB PON juga akan mengerahkan sebanyak 799 kendaraan untuk sarana transportasi bagi atlet dan offisial pada PON bulan September mendatang, dari 799 kendaraan yang dilelang di LPSE Riau meliputi bus kapasitas 40 kursi sebanyak 262 unit, bus kapasitas 24 kursi 192 unit, 33 unit MPV sejenis kendaraan 2.000 CC, dan truk sebanyak 12 unit.

Transportasi atlet dan offsial dari hotel ke tempat pertandingan akan menggunakan sistem shuttle bus. Sistem ini mengadopsi sistem Transjakarta. Akan ada 3 koridor. Pertama, di Utara, tepatnya di Rumbai. Koridor kedua di Barat, tepatnya di Universitas Riau. terakhir di Selatan, tepatnya di Universitas Islam Riau.

Untuk memperlancar kegiatan PON, rencananya semua Bandar Udara di daerah-daerah kabupaten/kota di Riau akan dioperasikan saat perhelatan Pekan Olahraga Nasional PON XVIII Riau 2012 nanti. Ini bertujuan untuk memudahkan sarana transportasi bagi semua atlet dan tamu-tamu yang berkunjung. Karena sebagian venue pertandingan berada di daerah.

Beberapa bandara yang akan dioperasikan tersebut diantaranya, Bandara Tuanku Tambusai Pasirpangarayan, Tempuling Inhil, Pinang Kampai Dumai dan Japura Inhu.

Untuk menjamin kemeriahan acara pembukaan PON XVIII nanti, PB PON menegaskan kalau pihaknya juga tengah menyiapkan berbagai persiapan acara opening PON. Diharapkan acara pembukaan nanti bisa diingat sebagai sebuah helat pembukaan yang megah.

Terlepas dari itu semua, penting bagi Riau sebagai tuan rumah untuk menyiapkan diri semaksimal mungkin, hal-hal kecil yang bisa merusak nama Riau sebagai tuan rumah agar bisa diperhatikan. Pada akhirnya kita semua berharap, PON nanti akan berjalan dengan sukses, sukses buat Riau dan mari ucapkan “Selamat Datang Sang Juara”. (*)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More